Postingan

Apa Pentingnya Hari Pertama Sekolah?

Gambar
Musim liburan sekolah akan segera usai. Sebentar lagi, anak-anak kita akan memasuki hari pertama di sekolahnya. Tahun pelajaran baru di sekolah pertanda akan dimulai. Musim liburan sekolah dan hari pertama sekolah adalah dua pengalaman yang berbeda bagi anak-anak kita yang berusia sekolah dalam meresponsnya. Yang pertama, waktu liburan sekolah yang panjang merupakan hari-hari yang selalu ditunggu dan disambut antusias, semangat dan suka cita oleh anak-anak sekolah. Karena bagi mereka, waktu liburan sekolah adalah saatnya "terbebas" dari hiruk pikuk dan rutinitas proses belajar di sekolah. Ada saatnya jeda dan istirahat sejenak dari kejenuhan belajar di kelas. Begitu biasanya yang ada di benak pikiran anak-anak sekolah. Yang kedua, hari pertama sekolah adalah hari yang biasanya membuat anak-anak sekolah enggan dan malas menghadapinya. Kebalikan dari waktu libur sekolah, mereka menyambut hari pertama sekolah dengan suasana hati yang berat dan cenderung tidak semangat. ...

Ketika Menteri Menggagas: Sekali Lagi Tentang Full Day School

Gambar
Bagi saya, sekolah sehari penuh atau  full day school , itu tidak masalah, biasa-biasa saja dan tidak aneh. Karena ketika masih kanak-kanak, sekitar tahun 1976 - 1982, saya belajar di sekolah dalam kondisi seperti itu. Padahal itu terjadi di pelosok desa yang tidak terlalu jauh dari ibukota Jakarta, sebelum semaju sekarang. Listrik saja belum tersedia dan memang belum masuk ke desa saya. Desa saya saat itu belum tersentuh dengan yang namanya program listrik masuk desa. Tetapi waktu itu saya belajar di dua sekolah sekaligus. Pagi hari sampai siang, saya belajar di sekolah dasar, sedang setelah dzuhur sampai sore hari, saya belajar di sekolah agama -- masyarakat menyebutnya seperti itu -- atau madrasah ibtidaiyah. Belum lagi sehabis salat magrib, saya wajib mengaji atau belajar membaca Alquran di surau. Itu saya alami selama enam tahun sampai saya lulus di dua sekolah itu, sekolah dasar negeri dan madrasah ibtidaiyah. Makanya saya punya dua ijazah; yang satu, ijazah sekolah ...

Gloria dan Perkawinan Campuran

Gambar
Gloria dan Perkawinan Campuran Oleh Muis Sunarya Dua hari sebelum upacara peringatan detik-detik HUT proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di istana negara pada tanggal 17 Agustus 2016 hari ini, kita dikejutkan oleh berita dibatalkannya seorang pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), yang ditenggarai memiliki paspor berkewarganegaraan Prancis, bernama Gloria Natapradja Hamel. Yang walaupun pada gilirannya, Gloria tidak diikutsertakan bertugas dalam upacara pengibaran bendera pusaka pada pagi harinya, namun ia mendapat kesempatan khusus dan istimewa dari Presiden Jokowi untuk dikutsertakan bertugas dalam upacara penurunan bendera pada sore harinya. Tulisan ini hanya mengulas tentang perkawinan campuran yang menjadi akar masalah dan implikasinya terhadap kewarganegaraan seorang anak seperti Gloria ini. Diketahui, Gloria adalah putri dari pasangan suami istri (pasutri) yang berbeda atau berlainan kewarganegaraan. Aya...

Apa Karena Kita Merasa Sudah Tidak Butuh Tuhan Lagi?

Gambar
Bicara takdir tentu tidak bisa dipisahkan dengan keimanan kita kepada Tuhan. Dalam pengertian sederhana, iman pada Tuhan berarti mempercayai, meyakini dan mentaati ajaran-Nya. Takdir juga sangat berkaitan dengan kebebasan manusia dan intervensi (campur tangan) Tuhan dalam menjalani hidup ini. Makanya, takdir, dalam teologi Islam, juga adalah salah satu dari enam rukun iman yang harus kita yakini. Dalam kaitan ini, ada perbedaan pemahaman tentang keberadaan manusia dan takdirnya dalam menjalani hidup. Pemahaman bahwa manusia itu tak ubahnya sebuah wayang yang tidak memiliki kekuatan untuk bergerak, kecuali digerakkan oleh dalangnya. Dan Tuhan tak lain adalah dalangnya. Secara psikologis, paham ini sangat berpengaruh pada ketenteraman hati ketika seseorang memperoleh musibah atau menemui jalan buntu dalam memahami dan menjalani hidup. Pemahaman ini juga membawa sikap seseorang untuk menyerahkan hidupnya secara total pada Tuhan. Tidak boleh bersikap melawan, memberontak, me...

Anak Belajar dari Lingkungannya

Gambar
Putriku, Nauara Ismatina tampak bersama teman-temannya mengaji/foto dok. Pribadi Aku ayah dari empat orang anak. Tiga laki-laki dan satu perempuan. Membesarkan, merawat, mengasuh dan mendidik anak-anak itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab orang tua. Aku pun menyadari hal ini dari awal. Bahkan sebelum anak-anak bersekolah secara formal, aku meyakini bahwa orang tua adalah sekolah (madrasah) pertama dan tentu seterusnya, bagi anak-anak, tanpa mengesampingkan sekolah formal. Proses pengasuhan dan pendidikan, menyangkut segi motorik, kognitif dan afektif, karakter, intelektual, emosional juga spiritual tidak serta merta melulu menyerahkan pada pihak sekolah, tapi peran orang tua atau keluarga menjadi mendasar dan sangat penting dalam proses pengasuhan, pendidikan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Artinya, bahwa kolaborasi antara keluarga dan sekolah harus berjalan terjalin berkelindan dengan baik. Orang tua adalah  the role model  atau contoh bagi anak-ana...

Belajar Pada Ibrahim, Sang Bapak Monoteisme

Gambar

Tidak Semua Berhaji Sekadar Berburu Huruf 'H'

Gambar
Dalam sejarah, paling tidak, ada tiga perjalanan yang sangat fenomenal dialami oleh Nabi Muhammad saw: Hijrah, isra mikraj dan haji. Hijrah adalah perjalanan Nabi dari kota Mekkah ke Madinah. Kehidupan Nabi dan umat Islam di Mekkah saat itu sudah tidak kondusif dan mendapat teror dari penduduk kafir Mekkah, maka demi keselamatan dan keberlangsungan hidup, Nabi dan umatnya melakukan hijrah, pindah meninggalkan Mekah menuju ke Madinah (saat itu bernama Yatsrib). Di Madinah inilah Islam berkembang pesat dan komunitas Islam bertambah. Piagam Madinah ( mitsaq Al-Madinah ) menjadi semacam  icon  dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Dengan beragam keyakinan, suku dan adat istiadat dapat hidup harmonis dan demokratis. Isra mikraj adalah perjalanan Nabi di malam hari dari Masjid Al-Haram di kota Mekah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina, setelah itu Nabi melakukan perjalanan naik ( mikraj ) ke  Sidratul Muntaha . Sekilas tentang isra mikraj bisa dibaca tulis...